Menu ✖

Mode Gelap

News · 16 Apr 2026 21:46 WITA ·

Penutupan Tiga SPBU di Lombok Utara Picu Dampak Sosial, Warga Kesulitan Akses BBM


 Penutupan Tiga SPBU di Lombok Utara Picu Dampak Sosial, Warga Kesulitan Akses BBM Perbesar

 

Lombok Utara, ERANTB.COM – Tiga Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kabupaten Lombok Utara resmi ditutup pada Rabu, 15 April 2026. Penutupan tersebut dilakukan berdasarkan eksekusi oleh Pengadilan Negeri Mataram terhadap SPBU yang berlokasi di Pemenang, Gangga, dan Kayangan. Kebijakan ini sontak menimbulkan dampak luas di tengah masyarakat, khususnya bagi warga yang selama ini bergantung pada ketiga SPBU tersebut untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar sehari-hari.

Akibat penutupan tersebut, sejumlah warga dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan bahan bakar. Antrean panjang sempat terjadi di beberapa titik, namun tidak sedikit warga yang akhirnya pulang tanpa hasil. Kondisi ini memicu kebingungan di tengah masyarakat, mengingat keterbatasan akses SPBU lain di wilayah Lombok Utara yang cukup berjauhan. Situasi ini menunjukkan bahwa kebijakan penutupan fasilitas publik strategis seperti SPBU memiliki implikasi langsung terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

Baca Juga : Bupati dan Wakil Bupati Terus Bergerak Cepat Memberikan Solusi Demi Majukan Lombok Barat

Salah satu warga Tanjung mengungkapkan keluhannya atas dampak yang dirasakan. Ia menilai penutupan ini sangat merugikan masyarakat yang menggantungkan kebutuhan harian pada ketersediaan bahan bakar. “Ini sangat merugikan dan besar dampaknya bagi masyarakat, karena sebagian besar warga di sini mengisi bahan bakar di SPBU tersebut. Ini kebutuhan kita sehari-hari. Apakah tidak ada solusi lain selain ditutup seperti ini,” ujarnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum M. Nasahar, Fuad Alhafsi, menyayangkan langkah eksekusi yang dilakukan. Ia menjelaskan bahwa ketiga SPBU tersebut merupakan milik kliennya yang dieksekusi atas dasar proses lelang oleh pihak bank. Menurutnya, langkah penutupan seharusnya dilakukan dengan mempertimbangkan aspek kehati-hatian serta dampak sosial yang ditimbulkan. “Dasar hukum penutupan ini adalah proses lelang dari pihak bank terkait perjanjian kredit, namun kami menilai eksekusi ini perlu mempertimbangkan dampak luas bagi masyarakat. Seharusnya ada pendekatan yang lebih bijak sebelum dilakukan penutupan,” jelasnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kepentingan masyarakat luas. Diperlukan koordinasi yang lebih komprehensif antara pihak terkait agar proses hukum tetap berjalan tanpa mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam hal akses terhadap bahan bakar sebagai penunjang aktivitas sehari-hari.

Pewarta : Gumelar

Editor : Abu Gazwan 

Artikel ini telah dibaca 36 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

NTB Care Apresiasi Kadis Dinsos Loteng H. Masnun Luncurkan Jari Masmirah: Layanan Sosial Cukup Lewat WA

2 Oktober 2026 - 15:59 WITA

NTBCARE Dorong Terobosan Dikes Lobar: Pengaktifan BPJS Nonaktif Kini Bisa Lewat WhatsApp

30 September 2026 - 12:07 WITA

Bank NTB Syariah Tegaskan Pembiayaan Nasabah Sesuai Aturan yang Berlaku

30 September 2026 - 10:39 WITA

Diduga Dipicu Puntung Rokok, Lahan Kering di Pemakaman Cina Bagek Kembar Terbakar

29 September 2026 - 11:02 WITA

ORADO 101 Piala Panglima TNI Resmi Ditutup, Dandim Dompu Tekankan Kebersamaan TNI dan Rakyat

29 September 2026 - 06:42 WITA

Curanmor Terungkap, Polsek Manggelewa Amankan 4 Sepeda Motor

28 September 2026 - 00:16 WITA

Trending di News