Dr. H. Mohan Roliskana, Wali Kota Mataram (Foto: Dok. EraNtb)
MATARAM, ERANTB.COM – Pemerintah Kota Mataram bergerak merespons gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026) dini hari. Pemkot Mataram menyiapkan sejumlah bentuk bantuan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
Wali Kota Mataram, Dr. H. Mohan Roliskana, menyampaikan duka atas jatuhnya korban dalam bencana tersebut. Ia memastikan Pemkot Mataram akan mengambil bagian dalam upaya kemanusiaan untuk membantu masyarakat NTT yang sedang menghadapi kondisi darurat.
Mohan mengatakan, bantuan yang disiapkan tidak hanya dalam bentuk materi. Pemkot Mataram juga membuka kemungkinan mengirimkan tenaga kesehatan apabila kebutuhan tersebut diperlukan di wilayah terdampak.
“Nanti ada sumbangan melalui ikatan pelajar NTT yang ada di Mataram. Nanti juga akan kita berikan bantuan, baik dari sisi materi maupun pengiriman tenaga kesehatan ke sana,” ujar Mohan, Senin (17/8/2026).
Menurutnya, kebutuhan masyarakat di lokasi bencana menjadi pertimbangan utama sebelum bantuan dikirim. Karena itu, Pemkot Mataram akan melihat perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan.
“Bantuan itu tentu kita lihat kebutuhannya seperti apa. Kalau memang membutuhkan tenaga kesehatan, kita akan berupaya untuk bisa mengirimkan tenaga kesehatan,” katanya.
Salah satu jalur yang akan dimanfaatkan untuk menghimpun bantuan adalah paguyuban maupun ikatan mahasiswa dan pelajar asal NTT yang berada di Kota Mataram. Keberadaan mereka dinilai dapat membantu menghubungkan dukungan dari masyarakat Mataram dengan kebutuhan masyarakat di daerah terdampak.
Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa solidaritas terhadap korban bencana tidak mengenal batas wilayah. Pemerintah dan masyarakat di Mataram diharapkan dapat ikut mengambil bagian dalam membantu warga NTT melewati masa darurat dan proses pemulihan.
Mohan menegaskan, Pemkot Mataram memiliki komitmen untuk turut membantu daerah lain yang mengalami bencana. Menurutnya, persoalan kebencanaan harus dipandang sebagai persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian bersama.
“Kami pasti mengambil bagian, berperan serta dalam setiap peristiwa kebencanaan yang menimpa provinsi lainnya,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa bantuan kemanusiaan tidak selalu harus berupa uang maupun barang. Tenaga dan keahlian juga dapat menjadi bentuk dukungan yang berarti ketika dibutuhkan oleh masyarakat terdampak.
“Kita upayakan selalu ada bantuan, baik itu materi maupun nonmateri, karena rasa kemanusiaan dan persaudaraan kita sebagai masyarakat Indonesia,” ujarnya.
Semangat solidaritas tersebut juga terlihat dalam pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Sangkareang, Senin pagi. Dalam kesempatan itu, Pemkot Mataram turut mendoakan masyarakat NTT yang menjadi korban gempa.
Doa tersebut menjadi simbol empati masyarakat Kota Mataram terhadap korban dan keluarga yang terdampak. Pemkot Mataram berharap proses evakuasi, penanganan darurat, hingga pemulihan masyarakat NTT dapat berjalan lancar.
Di tengah momentum peringatan kemerdekaan, Pemkot Mataram ingin memastikan semangat persaudaraan antardaerah tetap hadir. Bagi Mataram, kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang hadir ketika sesama warga Indonesia sedang menghadapi bencana.






















