General Manager Merumatta Senggigi, Fahrurrozi. (Foto: Dok. ERA NTB)
LOMBOK BARAT, ERANTB.COM – Efek penyelenggaraan MotoGP 2026 di Sirkuit Mandalika mulai terasa di sektor akomodasi kawasan Senggigi, Lombok Barat. Tingkat pemesanan kamar hotel mengalami lonjakan dalam beberapa pekan terakhir hingga mencapai kapasitas penuh untuk kamar yang tersedia secara komersial.
General Manager Merumatta Senggigi, Fahrurrozi, mengatakan permintaan kamar meningkat cukup tajam dibandingkan kondisi beberapa pekan sebelumnya. Jika sebelumnya tingkat pemesanan masih berada di sekitar 50 persen, kini seluruh kamar yang dipasarkan telah dipesan untuk periode MotoGP.
“Beberapa minggu lalu kita masih di angka 50 persen. Namun semuanya terus berproses dan sampai hari ini berdasarkan data yang kami miliki, booking sudah mencapai 100 persen,” ujar Fahrurrozi, Rabu (19/8/2026).
Meski angka pemesanan telah menyentuh 100 persen, manajemen tidak membuka seluruh kamar untuk reservasi. Sejumlah kamar sengaja dipertahankan sebagai cadangan untuk kebutuhan tamu VIP maupun permintaan yang muncul mendekati pelaksanaan MotoGP.
“Untuk antisipasi, kami masih menyiapkan beberapa kamar untuk tamu VIP. Secara online juga sudah kami tutup karena kamar yang bisa dijual memang sudah penuh,” katanya.
Lonjakan permintaan tersebut juga tidak serta-merta membuat tarif kamar melonjak tajam. Manajemen memilih mempertahankan harga pada level yang dianggap masih rasional bagi wisatawan.
Fahrurrozi menyebut kenaikan tarif maksimal berada di kisaran 40 persen. Kamar yang pada hari normal dibanderol sekitar Rp1,07 juta per malam, saat periode MotoGP berada di kisaran Rp1,7 juta hingga Rp1,8 juta.
“Kami masih menggunakan harga yang logis. Kenaikannya tidak sampai 100 atau 200 persen. Maksimal sekitar 40 persen, karena kami ingin hotel tetap penuh dan harga juga masih menarik bagi tamu,” ujarnya.
Strategi tersebut menjadi salah satu cara Merumatta Senggigi menjaga daya tarik akomodasi di tengah meningkatnya permintaan. Senggigi sendiri tidak berada tepat di sekitar Sirkuit Mandalika sehingga harga dan kenyamanan menjadi pertimbangan bagi wisatawan dalam menentukan tempat menginap.
Yang menarik, lonjakan reservasi kali ini justru lebih banyak datang dari pasar domestik. Dari seluruh pemesanan yang masuk untuk periode MotoGP 2026, sekitar 80 persen berasal dari wisatawan Indonesia.
“Sekitar 80 persen masih tamu domestik yang melakukan booking untuk MotoGP nanti,” kata Fahrurrozi.
Menurutnya, antusiasme penonton dalam negeri turut dipengaruhi kehadiran pembalap Indonesia yang tampil pada ajang balap tersebut. Meskipun berlaga di kelas Moto3, keberadaan pembalap Indonesia dinilai mampu meningkatkan minat masyarakat untuk menyaksikan langsung gelaran MotoGP di Mandalika.
“Menurut saya, salah satu daya tarik tahun ini karena ada pembalap Indonesia. Walaupun turun di Moto3, ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat Indonesia untuk datang dan menyaksikan langsung,” ujarnya.
Fahrurrozi bahkan memperkirakan pasar domestik pada MotoGP tahun ini berpotensi lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Wisatawan dari Pulau Jawa disebut menjadi salah satu pasar yang berpeluang memberikan kontribusi besar terhadap jumlah kunjungan.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, saya rasa tahun ini akan lebih banyak. Dari Jawa, misalnya dari Jogja, cukup banyak orang yang kemungkinan datang ke Lombok,” katanya.
Meningkatnya potensi kedatangan wisatawan tersebut membuat persoalan konektivitas menjadi perhatian. Menurut Fahrurrozi, penambahan penerbangan dari sejumlah kota menuju LomboLombokk perlu dipertimbangkan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas selama momentum MotoGP.
“Ini harus diantisipasi, misalnya dengan penambahan ekstra penerbangan dari Jogja ke Lombok,” ucapnya.
Lonjakan reservasi juga menunjukkan bahwa wisatawan mulai mengamankan akomodasi jauh sebelum hari pelaksanaan balapan. Untuk Merumatta Senggigi, kondisi penuh tersebut sudah terjadi sekitar dua pekan terakhir.
“Untuk yang sekarang ini, sampai 100 persen booking-nya terjadi sekitar dua minggu lalu,” tutup Fahrurrozi.
Kondisi tersebut menjadi sinyal awal bahwa MotoGP 2026 tidak hanya menggerakkan aktivitas di sekitar Sirkuit Mandalika, tetapi juga mulai memberikan dampak terhadap tingkat hunian akomodasi di kawasan wisata Senggigi.

























