Mataram, ERANTB.COM – Konferensi Wilayah Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Nusa Tenggara Barat resmi menetapkan kepemimpinan baru periode 2026–2028. Muhammad Ramadhan terpilih sebagai Ketua Eksekutif Wilayah, sementara Wildan Ummairah dipercaya menjabat Sekretaris Wilayah, setelah melalui proses musyawarah yang berlangsung demokratis.
Konferwil yang mengangkat tema “Transformasi Kepemimpinan Mahasiswa Menuju Organisasi Progresif dan Revolusioner” ini turut dirangkaikan dengan dialog publik bertema “Pajak Kekayaan untuk Pendidikan Gratis”. Agenda tersebut menjadi ruang konsolidasi gagasan strategis mahasiswa dalam merespons isu ketimpangan sosial dan akses pendidikan.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Gubernur NTB yang diwakili Kepala Bakesbangpoldagri NTB, H. Surya Bahari. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kehadirannya merupakan mandat langsung gubernur untuk membuka forum tersebut.
Ia menilai tema transformasi kepemimpinan progresif dan revolusioner sangat relevan dengan tantangan zaman. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut kritis, tetapi juga adaptif serta mampu menawarkan solusi berbasis data dan analisis ilmiah.
Mahasiswa adalah agen perubahan. Kritik harus dibangun di atas analisis ilmiah, data yang kuat, dan visi keadilan sosial,” tegasnya.
Ia juga menyoroti dialog publik mengenai pajak kekayaan sebagai wacana strategis untuk mendorong pemerataan akses pendidikan serta memperkuat keadilan sosial. Di akhir sambutannya, ia mengajak peserta menjadikan konferensi ini sebagai ruang konsolidasi gerakan dan kawah candradimuka kepemimpinan masa depan.
Dalam forum tertinggi tingkat wilayah tersebut, Muhammad Ramadhan memperoleh dukungan mayoritas peserta dari empat calon yang diusulkan forum. Proses pemilihan berlangsung terbuka dan demokratis, mencerminkan mekanisme organisasi yang dijalankan sesuai aturan internal.
Prosesi penyerahan jabatan dilakukan secara simbolik oleh perwakilan Eksekutif Nasional LMND melalui Wakil Ketua Bidang Hukum dan HAM, Juwaedin. Ia menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya konferensi wilayah serta berharap kepengurusan baru dapat menjalankan mekanisme organisasi secara disiplin dan konsisten dalam memperkuat garis ideologi politik organisasi.
Kepemimpinan terpilih menegaskan komitmen untuk mengawal kebijakan publik secara kritis dan konstruktif, sekaligus memposisikan organisasi sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi NTB. Selain itu, struktur baru bertekad memastikan gerakan organisasi tetap masif, terorganisir, dan konsisten dalam memperjuangkan agenda ideologis serta kepentingan rakyat.
Forum konferensi menilai hasil ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan momentum konsolidasi gerakan mahasiswa untuk memperkuat peran sebagai kekuatan intelektual dan moral dalam mendorong perubahan sosial yang progresif, demokratis, dan berkeadilan.

























