Lombok Barat, ERANTB.COM – Pemerintah Desa Senggigi menambah 10 unit bak sampah di sepanjang kawasan Pantai Senggigi sebagai upaya meningkatkan kebersihan dan kenyamanan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Lombok Barat.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Bupati Lombok Barat, , yang sebelumnya melakukan inspeksi ke Pantai Senggigi pada 17 Mei 2026. Dalam kunjungan itu, Bupati menerima keluhan dari wisatawan terkait minimnya fasilitas tempat pembuangan sampah di kawasan pantai.
Menurut Bupati, ketersediaan fasilitas kebersihan yang memadai menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas destinasi wisata dan mencegah sampah berserakan, terutama saat jumlah kunjungan wisatawan meningkat pada akhir pekan maupun musim liburan.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Pemerintah Desa Senggigi bergerak cepat dengan mendistribusikan 10 unit bak sampah tambahan pada 22 Mei 2026. Bak sampah tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas wisatawan.
Kepala Desa Senggigi, Mastur, mengatakan penambahan fasilitas kebersihan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah desa dalam menjaga kebersihan dan keindahan Pantai Senggigi sebagai ikon pariwisata Lombok Barat.
“Keberadaan bak sampah yang memadai diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, pedagang, maupun wisatawan untuk membuang sampah pada tempatnya,” ujarnya.
Mastur mengakui bahwa keterbatasan fasilitas pembuangan sampah selama ini menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kebersihan kawasan pantai. Karena itu, penambahan bak sampah diharapkan mampu mengurangi sampah plastik dan sisa makanan yang kerap ditemukan di area pesisir, khususnya saat hari libur.
Ia menegaskan bahwa kebersihan kawasan wisata memiliki hubungan erat dengan kenyamanan pengunjung serta citra pariwisata daerah. Oleh sebab itu, selain penyediaan fasilitas pendukung, diperlukan partisipasi seluruh pihak untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih dan asri.
Pantai Senggigi merupakan salah satu destinasi wisata andalan di Lombok Barat yang setiap pekan ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.
Penambahan fasilitas kebersihan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam mewujudkan pengelolaan kawasan wisata yang lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan.
























