Menu

Mode Gelap

News · 25 Jun 2026 14:41 WITA ·

Pemprov NTB Perkuat Perang Melawan Stunting dan Kemiskinan Lewat Desa Berdaya


 Pemprov NTB Perkuat Perang Melawan Stunting dan Kemiskinan Lewat Desa Berdaya Perbesar

Lombok Tengah, ERANTB.COM – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat upaya penanggulangan kemiskinan ekstrem dan stunting melalui pendekatan berbasis keluarga dan pemberdayaan masyarakat.

Komitmen tersebut ditandai dengan peluncuran Program BKOW KUAT (Komunitas Unggul Anak Tangguh) yang dirangkaikan dengan penguatan Program Desa Berdaya di Desa Barabali, Kabupaten Lombok Tengah, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan dipimpin Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, didampingi Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal. Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah membangun ekosistem pemberdayaan yang mengintegrasikan sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan keluarga.

Wakil Gubernur yang akrab disapa Ummi Dinda menegaskan, kemiskinan ekstrem dan stunting tidak dapat diatasi hanya melalui bantuan ekonomi maupun layanan kesehatan. Menurutnya, perubahan pola pikir, penguatan pola asuh, dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam penyelesaiannya.

“Tujuan utama Desa Berdaya adalah memperkuat tiga pilar penting, yaitu ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Karena itu, kami hadir memastikan seluruh program yang telah dianggarkan benar-benar berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, stunting dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi sosial, pola pengasuhan, hingga minimnya pendampingan orang tua. Karena itu, pemerintah mendorong peran aktif pemerintah desa, kader Posyandu, dan TP PKK dalam mendeteksi persoalan sejak dini serta mendampingi keluarga memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak.

“Kita harus memetakan hambatan yang dihadapi masyarakat, baik dari sisi kepedulian orang tua maupun akses terhadap pelayanan. Upaya pencegahan harus menjadi prioritas agar angka stunting tidak terus meningkat,” tegasnya.

Selain itu, Pemprov NTB juga mengedepankan edukasi kesehatan reproduksi, pencegahan pernikahan usia dini, dan pembiasaan pola hidup sehat sebagai langkah preventif menekan angka stunting.

Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menekankan pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Ia menilai fenomena fatherless parenting, yakni ayah yang hadir secara fisik tetapi minim berperan dalam kehidupan anak, menjadi salah satu tantangan yang perlu diatasi.

“Permasalahan Desa Berdaya tidak semata-mata soal kesehatan. Pola pengasuhan juga sangat menentukan. Kehadiran ayah dalam kehidupan anak, meski hanya meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita atau menemani sebelum tidur, dapat memberikan dampak besar terhadap tumbuh kembang mereka,” ujarnya.

Desa Barabali dipilih sebagai lokasi peluncuran Program BKOW KUAT karena merupakan desa binaan BKOW Provinsi NTB. Berdasarkan data per 18 Juni 2026, dari sekitar 6.000 kepala keluarga yang dilayani 115 kader di 23 Posyandu, masih terdapat 100 anak yang mengalami stunting.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat juga menerima berbagai layanan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian tablet tambah darah bagi pelajar, bantuan sembako untuk lansia, bantuan telur bagi anak stunting, pelatihan pengolahan makanan bergizi, bazar UMKM, hingga penanaman pohon sebagai simbol pembangunan berkelanjutan.

Melalui sinergi Program Desa Berdaya dan BKOW KUAT, Pemerintah Provinsi NTB berharap mampu mempercepat penurunan kemiskinan ekstrem dan stunting sekaligus memperkuat ekonomi keluarga serta kualitas pengasuhan anak demi mewujudkan generasi NTB yang sehat, tangguh, dan produktif.

Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Menerima Kunjungan Reses Komisi VII DPR RI, Pemprov NTB Perkuat Sinergi Hilirisasi dan Pariwisata

13 Agustus 2026 - 01:39 WITA

Proyek Jalan Senayan–Lamusung Rp28 Miliar Dilaporkan ke Polres KSB, FPT Soroti Tata Ruang dan Anggaran

13 Agustus 2026 - 01:14 WITA

Bukan Sekadar PBAK, FUSA UIN Mataram Gaungkan RESET NTB

13 Agustus 2026 - 00:54 WITA

Bupati Sumbawa Paparkan Rancangan KUA-PPAS 2027, Fokus pada Penguatan Fiskal dan Lima Prioritas Pembangunan

12 Agustus 2026 - 14:23 WITA

Manfaatkan Car Free Day, Kantor Imigrasi Kota Mataram Hadirkan Layanan Pasporia Akhir Pekan di Teras Udayana

11 Agustus 2026 - 13:18 WITA

Simposium Pemuda Tanak Awu Bahas Peran Generasi Muda di Momentum Kemerdekaan

11 Agustus 2026 - 12:26 WITA

Trending di Lombok Tengah