Menu

Mode Gelap

Lombok Tengah · 19 Agu 2026 21:40 WITA ·

Resmikan Inovasi Bedengan Terbalik, KKN Unram Sulap Pekarangan Desa Setiling Jadi Lahan Produktif


 Resmikan Inovasi Bedengan Terbalik, KKN Unram Sulap Pekarangan Desa Setiling Jadi Lahan Produktif Perbesar

Mahasiswa KKN PMD Unram foto bersama perangkat desa dan KWT usai peresmian gerakan pemanfaatan pekarangan di Desa Setiling, Lombok Tengah. (Foto: Dok. KKN PMD Unram Desa Setiling)


LOMBOK TENGAH, ERANTB.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Masyarakat Desa (KKN PMD) Universitas Mataram (Unram) meresmikan sekaligus menyerahterimakan program bedengan terbalik kepada masyarakat di lahan pekarangan TK Nurul Irsyad, Dusun Pesantek Daye, Desa Setiling, Kecamatan Batukliang Utara, Kabupaten Lombok Tengah, pada 10 Juli 2026.

Peresmian tersebut menjadi bagian dari program kerja KKN PMD Unram dalam mendorong pemanfaatan lahan pekarangan, pengelolaan sumber daya lokal, dan pertanian berkelanjutan di Desa Setiling.

Kegiatan dihadiri Tim Pengabdian Universitas Mataram, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah, Kepala UPT, para kepala dusun Desa Setiling, perangkat Desa Setiling, tokoh masyarakat, serta ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Dusun Pesantek Daye.

Peresmian ditandai dengan Pemotongan pita, peresmian tugu, dan penanaman bibit cabai pada bedengan terbalik oleh para pihak yang hadir.

Sebanyak 16 bedengan terbalik berhasil dibangun di lahan pekarangan TK Nurul Irsyad. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi dengan pihak Jepang yang memberikan materi mengenai inovasi bedengan kepada mahasiswa dan masyarakat.

Pengetahuan tersebut kemudian disesuaikan dengan kondisi dan potensi lokal Desa Setiling untuk diterapkan dalam bentuk bedengan yang dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya tanaman.

Ketua Kelompok KKN PMD Desa Setiling, Irsan Wijaya, mengapresiasi antusiasme masyarakat selama pelaksanaan program. Keterlibatan remaja Desa Setiling juga dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam penyelesaian pembangunan 16 bedengan tersebut.

”Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat dan keterlibatan remaja Desa Setiling. Dukungan tersebut sangat membantu sehingga program bedengan terbalik ini dapat diselesaikan dan dimanfaatkan oleh masyarakat,” ujar Irsan.

Setelah prosesi peresmian, sebanyak 16 bedengan terbalik secara simbolis diserahterimakan kepada KWT Dusun Pesantek Daye untuk dikelola dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Kepala Dusun Pesantek Daye, Zulkarnain, menyambut baik program yang diinisiasi mahasiswa KKN PMD Unram tersebut. Menurutnya, pemanfaatan lahan pekarangan melalui bedengan terbalik dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia.

“Program ini sangat baik karena membantu masyarakat memanfaatkan lahan yang ada agar lebih produktif. Selain untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, ke depan juga bisa membuka peluang tambahan ekonomi bagi keluarga,” kata Zulkarnain.

Program bedengan terbalik tersebut merupakan rangkaian akhir dari program kerja KKN PMD Unram di Desa Setiling. Sebelumnya, mahasiswa juga telah memberikan sosialisasi mengenai pembuatan pupuk organik dari limbah ternak, seperti kotoran sapi, kambing, dan ayam, serta berbagai bahan lokal lainnya.

Pupuk organik yang dihasilkan dari limbah tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kesuburan media tanam pada bedengan sekaligus membantu mengurangi limbah yang terdapat di lingkungan masyarakat.

Melalui program ini, masyarakat, khususnya kelompok tani dan KWT, didorong untuk menjadikan lahan pekarangan sebagai lahan produktif. Selain dapat membantu memenuhi sebagian kebutuhan pangan rumah tangga, hasil budidaya juga berpotensi dikembangkan menjadi sumber pendapatan tambahan.

Inovasi bedengan terbalik di Desa Setiling juga mengusung konsep ekonomi hijau dan pertanian berkelanjutan dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat.

Program tersebut sekaligus mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 2 Tanpa Kelaparan, SDG 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, serta SDG 15 Ekosistem Daratan.

Dengan diserahterimakannya 16 bedengan kepada KWT Dusun Pesantek Daye, keberlanjutan program kini berada di tangan masyarakat. Pemanfaatan dan pengelolaan secara konsisten diharapkan membuat inovasi yang dibawa mahasiswa KKN PMD Unram tidak berhenti pada kegiatan peresmian, tetapi terus berkembang menjadi bagian dari aktivitas pertanian masyarakat Desa Setiling.

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

MotoGP 2026 Makin Dekat, Okupansi Hotel Merumatta Senggigi Hampir 100 Persen

19 Agustus 2026 - 20:12 WITA

Respons Gempa NTT, Pemkot Mataram Siapkan Bantuan hingga Tenaga Kesehatan

19 Agustus 2026 - 12:27 WITA

Dorong Pengentasan Kemiskinan Ekstrem, Pemprov NTB Jadikan KDKMP Penggerak di 40 Desa Berdaya Transformatif

19 Agustus 2026 - 11:13 WITA

Kado Manis HUT RI ke-81, 1.256 Warga Binaan Lapas Lombok Barat Terima Remisi, Enam Langsung Bebas

19 Agustus 2026 - 11:02 WITA

Rayakan HUT RI ke-81 di Tengah Laut, Sekolah Pesisi Juang Ajak Warga “Melarung” Ego

19 Agustus 2026 - 09:11 WITA

KAMMI NTB : Pencalonan Miq Iqbal di KONI Jadi Momentum Konsolidasi Olahraga NTB Menuju PON 2028

16 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Trending di Kota Mataram