ERANTB.COM –Bima – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bima, Ny. Anita H. Irfan, menegaskan pentingnya sinergi antar lembaga dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA). Hal ini disampaikan saat Rapat Koordinasi Gugus Tugas KLA yang digelar di Kantor Dinas DP3AP2KB Kabupaten Bima.
“Perlu sinergi semua pihak—GOW, TP PKK, dan OPD terkait—untuk bersama-sama menjadikan daerah ini sebagai Kabupaten Layak Anak,” ujar Ny. Anita Senin, (05/06/25).
Ia menyoroti peran penting keluarga dalam pengasuhan anak, terutama pengawasan terhadap penggunaan gadget dan teknologi informasi.
“Orang tua tidak boleh lepas tangan. Banyak kasus anak terpapar pornografi bermula dari kurangnya pengawasan terhadap penggunaan aplikasi di gadget,” tandasnya.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya menekan angka pernikahan dini. “Pernikahan usia dini berpotensi menyebabkan stunting karena orang tua muda tidak memiliki bekal pengetahuan yang cukup tentang gizi dan pengasuhan anak,” jelasnya. Oleh karena itu, keterlibatan semua pihak, terutama dalam mendampingi keluarga kurang mampu, menjadi sangat penting.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Bima, Nurdin, S.Sos, menambahkan bahwa pembangunan Kabupaten Layak Anak merupakan amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Pemerintah daerah memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung kebijakan nasional tersebut.
Menurutnya, pencapaian KLA mencakup pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus anak yang terbagi dalam beberapa klaster, seperti hak sipil, lingkungan keluarga, kesehatan dasar, pendidikan, pemanfaatan waktu luang, hingga perlindungan khusus.
Rakor ini turut dihadiri Sekretaris Bappeda Kabupaten Bima, Dadang Erawan, ST., ME dan jajaran Gugus Tugas KLA.

























