ERANTB.COM-Sumbawa–Ribuan warga Pulau Sumbawa melakukan aksi unjuk rasa dengan memblokade jalan lintas nasional di perbatasan Alas dan Poto Tano, Kamis (15/5). Aksi tersebut menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total sejak pukul 11.00 WITA hingga pukul 16.16 WITA.
Dalam aksi itu, massa menuntut pemerintah pusat dan Presiden RI, Prabowo Subianto, segera mengesahkan pemekaran Pulau Sumbawa menjadi provinsi tersendiri.
“Aksi blokade jalan ini dikawal ketat oleh aparat Polda NTB dan seluruh Polres se-Pulau Sumbawa,” ujar salah satu peserta aksi.
Koordinator wilayah Bima-Dompu, Ilham Yahyu, mendesak Wakil Menteri dan anggota DPR RI Dapil Pulau Sumbawa—Mori Hanafi, Madalena, dan Johan Rosihan—untuk segera menyatakan sikap mendukung pemekaran.
“Saya meminta Kapolres Sumbawa dan Kapolres Sumbawa Barat untuk segera berkoordinasi dengan Kapolda NTB, agar bisa menyampaikan langsung aspirasi ini kepada anggota DPR RI terkait,” tegas Ilham dalam orasinya.
Ia menambahkan bahwa aksi ini merupakan perjuangan murni masyarakat untuk mewujudkan Provinsi Pulau Sumbawa.
“Sebelum ada kepastian dari pihak terkait, kami akan mendirikan kemah dan bertahan di sini selama enam hari. Kami tidak akan membuka akses jalan ini sebelum ada komitmen resmi dari pemerintah pusat,” tandasnya.
Sementara itu, Koordinator Umum Komite Percepatan Pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa (KP4S), Muhammad Taufan, menegaskan bahwa perjuangan ini adalah bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui pemekaran wilayah.
“Pemekaran adalah hak konstitusional sebagai bentuk penguatan otonomi daerah untuk meningkatkan pelayanan publik dan percepatan pembangunan infrastruktur guna mendukung pertumbuhan ekonomi Pulau Sumbawa,” pungkasnya.
Aksi pemblokadean jalan ini masih berlangsung, dengan ribuan massa menunggu respons dan kepastian dari pemerintah pusat terkait tuntutan mereka.























