Menu ✖

Mode Gelap

News · 30 Mei 2025 23:50 WITA ·

Penahanan Mahasiswa PPS dan Krisis Demokrasi Lokal, KAMMI NTB Desak Evaluasi Aparat


 Penahanan Mahasiswa PPS dan Krisis Demokrasi Lokal, KAMMI NTB Desak Evaluasi Aparat Perbesar

ERANTB.COM- Mataram- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan keprihatinan atas penahanan enam aktivis mahasiswa pasca-aksi demonstrasi mendesak pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) di Bima. KAMMI NTB menilai kasus ini bukan sekadar perkara hukum, melainkan cerminan krisis demokrasi di tingkat lokal.

Enam mahasiswa ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian setelah aksi demonstrasi pada Rabu (28/5) di area Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima berujung ricuh. Mereka dikenai Pasal 170 KUHP jo. Pasal 212 KUHP atas dugaan perusakan mobil dinas milik Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bima.

Ketua KAMMI NTB, Irwan Julkarnain, SM, menilai pendekatan aparat dalam menangani aksi tersebut menunjukkan kecenderungan represif dan tidak proporsional. “Ini bukan hanya soal hukum, tapi bagaimana negara menyikapi aspirasi rakyat. Ketika tuntutan PPS dibalas dengan penahanan, kita sedang menyaksikan kemunduran demokrasi lokal,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

KAMMI NTB mendesak Kapolda NTB dan aparat penegak hukum mengevaluasi pendekatan mereka terhadap aksi massa. Mereka menekankan pentingnya membedakan antara tindakan individu dan gerakan kolektif. “Kami tidak membenarkan aksi anarkis, tapi menolak generalisasi bahwa seluruh aksi mahasiswa identik dengan kekerasan. Hukum tidak boleh menjadi alat pembungkam,” tegas Irwan.

Selain menuntut pembebasan mahasiswa yang ditahan, KAMMI NTB mengajak masyarakat sipil, akademisi, dan organisasi kepemudaan untuk mengawal isu PPS secara demokratis. Mereka menekankan bahwa pemekaran wilayah merupakan hak konstitusional yang harus dijamin ruang perjuangannya, bukan dibungkam dengan tekanan.

KAMMI NTB menutup pernyataannya dengan menyerukan pemerintah pusat agar membuka ruang dialog konstruktif soal pemekaran Provinsi Pulau Sumbawa, serta menjamin partisipasi publik tanpa rasa takut akan represi.

Artikel ini telah dibaca 116 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Dari Reformasi ke Indonesia Emas 2045, Rahman Toha Dorong Peran Kader KAMMI dalam Program Strategis Nasional

6 November 2026 - 14:14 WITA

Sekda Definitif Dilantik, Pemkab Lombok Barat Fokus Konsolidasi Birokrasi dan APBD 2027

5 November 2026 - 05:17 WITA

Massa Sempat Memanas, Polres Dompu Evakuasi Terduga Penganiaya Guru di SDN 15 Woja

4 November 2026 - 10:47 WITA

Wabup Sumbawa Minta Korban Kebakaran di Utan Segera Ditangani

4 November 2026 - 10:05 WITA

Polisi Tangkap Terduga Pelaku Curanmor Honda Genio, Motor Digadaikan Rp1,5 Juta

3 November 2026 - 19:10 WITA

Surat DOB Pulau Sumbawa Sudah di Meja Kemendagri, Aliansi PPS Tagih Kepastian Pemekaran Sejak 2013

3 November 2026 - 18:31 WITA

Trending di News