Lombok Barat, ERANTB.COM – Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus mendorong optimalisasi pengelolaan sampah melalui sistem MASARO (Manajemen Sampah Zero) di TPST Senteluk, Kecamatan Batulayar. Upaya ini dilakukan setelah sempat terjadi kendala teknis yang menyebabkan mesin pengolahan sampah berhenti sementara beberapa hari lalu.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Lombok Barat melakukan kunjungan langsung ke lokasi untuk memastikan proses penanganan kendala berjalan dengan baik sekaligus memastikan operasional pengolahan sampah kembali berjalan optimal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Barat, Busyairi, menjelaskan bahwa proses pengolahan sampah di MASARO dilakukan secara maksimal oleh para petugas dengan melakukan pemilahan secara teliti antara sampah organik dan anorganik sebelum masuk ke tahapan pengolahan berikutnya.
Melalui proses tersebut sampah dapat diolah menjadi berbagai produk yang bermanfaat seperti pupuk kompos, pupuk organik cair, serta pestisida cair, sehingga pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif dan minim residu,” jelasnya.
Busyairi juga memastikan bahwa operasional MASARO akan terus dioptimalkan. Selama satu tahun ke depan, setiap kendala teknis seperti gangguan atau kerusakan mesin akan segera dikoordinasikan dengan pihak terkait agar cepat ditangani.
Kami pastikan seluruh tim bekerja maksimal agar pengolahan sampah di MASARO dapat berjalan dengan baik sehingga memberi manfaat bagi lingkungan dan masyarakat Lombok Barat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kabupaten Lombok Barat, Rizky Bani Adam, menyampaikan bahwa sistem MASARO di TPST Senteluk merupakan salah satu solusi strategis dalam mengatasi persoalan sampah di Lombok Barat.
Konsep MASARO dirancang agar pengelolaan sampah dapat berjalan optimal dengan prinsip residu nol. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan pupuk cair, sementara sampah anorganik diproses melalui pembakaran terkendali yang hasilnya dapat dimanfaatkan kembali, salah satunya sebagai bahan pestisida cair,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut mendukung optimalisasi sistem tersebut dengan mulai memilah sampah dari rumah, antara sampah organik dan anorganik.
Dengan partisipasi masyarakat, pengelolaan sampah di Lombok Barat diharapkan dapat berjalan lebih efektif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berharap pengelolaan sampah melalui sistem MASARO dapat berjalan semakin efektif, memberi manfaat bagi lingkungan, serta menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan Lombok Barat yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

























