Rombongan jajaran Manajemen Bank NTB Syariah, PT Wira Karitas, pejabat Pemprov NTB, BP3MI, dan perwakilan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) foto bersama usai penandatanganan PKS KUR PMI di Mataram, Rabu (19/8/2026). (Foto: Dok. Bank NTB Syariah)
MATARAM, ERANTB. COM – Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan bagi PT Bank NTB Syariah untuk menghadirkan dukungan bagi para Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat. Bank NTB Syariah resmi menggandeng PT Wira Karitas dalam kerja sama penjaminan penyaluran pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi calon PMI, Rabu (19/8/2026).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Kantor Utama Bank NTB Syariah, Mataram. Sejumlah pemangku kepentingan turut hadir, di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi NTB H. Aidy Furqan, Kepala Bappeda Provinsi NTB Hj. Baiq Nelly Yuniarti, serta Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTB, Kadir.
Kehadiran unsur pemerintah, lembaga pelindungan PMI, dan perbankan daerah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap masyarakat NTB yang hendak bekerja ke luar negeri.
Direktur Utama PT Bank NTB Syariah, Nazaruddin, mengatakan PMI memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian keluarga maupun daerah. Mereka dinilai tidak hanya bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga turut memberikan sumbangan devisa bagi Indonesia.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan Bank NTB Syariah untuk mengambil peran lebih jauh dengan menghadirkan pembiayaan yang dapat membantu calon PMI memenuhi kebutuhan sebelum keberangkatan.
Direktur Utama PT Bank NTB Syariah, Nazaruddin, menyampaikan sambutan pada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama penjaminan KUR PMI bersama PT Wira Karitas di Mataram, Rabu (19/8/2026). (Foto: Dok. Bank NTB Syariah)
“PMI ini adalah pahlawan di masa sekarang. Mereka bekerja keras di negeri orang untuk keluarga sekaligus memberikan devisa bagi negara. Karena itu, kami berkomitmen all out mencari alternatif solusi untuk membantu para sahabat PMI dalam menyiapkan kebutuhan keberangkatan,” ujar Nazaruddin.
Nazaruddin menjelaskan, keberadaan skema pembiayaan tersebut juga menjadi bagian dari strategi Bank NTB Syariah dalam mengembangkan pembiayaan berbasis potensi ekonomi daerah. NTB sendiri merupakan salah satu daerah dengan jumlah pengiriman PMI yang cukup besar.
Ia menilai kondisi tersebut harus menjadi peluang bagi bank daerah untuk menghadirkan layanan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Kalau kita bicara bank daerah, basisnya harus potensi ekonomi lokal. NTB ini bahkan mengalahkan provinsi besar di Jawa dalam hal jumlah pengiriman PMI ke luar negeri. Karena itu, kami istilahnya jemput bola,” katanya.
Pada tahap awal, Bank NTB Syariah menyediakan pembiayaan KUR PMI sebesar Rp9 juta untuk setiap calon PMI dengan tenor pengembalian selama tujuh bulan. Skema tersebut nantinya akan dikembangkan sesuai kebutuhan dan tujuan penempatan pekerja migran.
Tidak hanya untuk negara tujuan tertentu, Bank NTB Syariah juga membuka peluang pembiayaan dengan skema lanjutan bagi PMI yang akan bekerja di kawasan lain, termasuk Eropa.
“Untuk skema awal ini nilainya Rp9 juta dengan tenor tujuh bulan. Ke depan, banyak skema pembiayaan lain yang siap disalurkan. Termasuk untuk penempatan ke Eropa dengan skema delapan bulan, itu juga bisa kita biayai,” jelasnya.
Kehadiran pembiayaan KUR Syariah tersebut diharapkan dapat membantu calon PMI memenuhi kebutuhan biaya persiapan dan keberangkatan tanpa harus bergantung pada pembiayaan informal yang berpotensi membebani masyarakat.
Bank NTB Syariah juga berharap skema tersebut dapat menjadi alternatif pembiayaan yang lebih mudah dan terjangkau bagi calon PMI sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga pekerja migran di NTB.
Kerja sama dengan PT Wira Karitas menjadi langkah awal Bank NTB Syariah dalam memperluas dukungan pembiayaan bagi PMI. Di tengah momentum kemerdekaan, program tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk nyata keberpihakan terhadap masyarakat NTB yang berjuang mencari penghidupan sekaligus menjadi bagian dari penyumbang devisa bagi negara.

























