Lombok Barat, ERANTB.COM- Semangat menanam dan kepedulian terhadap ketahanan pangan mulai ditanamkan sejak dini di lingkungan sekolah. Pemerintah Kabupaten Lombok Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan Gerakan Tanam Cabai di Lingkungan Sekolah, yang dipusatkan di SMPN 2 Gerung, Kecamatan Gerung, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha (UNA), didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Barat.
Turut hadir Staf Ahli Bupati, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), jajaran kepala bidang lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta para guru SMPN 2 Gerung.
Dalam sambutannya, Wabup Hj. Nurul Adha menegaskan bahwa gerakan tanam cabai di sekolah merupakan bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Lombok Barat dalam mendukung pengendalian inflasi daerah.
Menurutnya, cabai merupakan salah satu komoditas strategis yang pergerakan harganya dapat memengaruhi daya beli masyarakat. Karena itu, peningkatan ketersediaan cabai melalui gerakan menanam di berbagai lingkungan, termasuk sekolah, dinilai dapat menjadi salah satu upaya untuk menjaga stabilitas harga.
“Gerakan ini menjadi bagian dari upaya kita dalam mengendalikan inflasi daerah. Cabai merupakan salah satu komoditas strategis. Dengan menanam dan meningkatkan ketersediaannya, kita berharap harga dapat lebih terkendali, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan dengan harga yang terjangkau,” ungkapnya.
Wabup UNA mengatakan, gerakan tersebut tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi dan ketahanan pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi peserta didik.
Melalui proses menanam, merawat hingga memanen, siswa dapat belajar mengenai kemandirian, tanggung jawab, kepedulian terhadap lingkungan, serta mengenal nilai-nilai ekonomi sejak dini.
“Gerakan kecil menanam saja bisa membawa dampak besar terhadap perekonomian daerah,” tegas UNA.
Ia berharap gerakan tersebut dapat berkembang menjadi budaya positif di lingkungan sekolah. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga pengalaman langsung mengenai pentingnya menjaga ketahanan pangan dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah.
Pada kesempatan itu, Wabup UNA juga berpesan kepada para peserta didik agar terus mempersiapkan diri dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Menurutnya, pendidikan dan pembentukan karakter merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk meraih masa depan.
“Terus semangat belajar, semangat bersahabat, hormati orang tua dan guru, serta jangan pernah berhenti mengejar cita-cita. Jadilah generasi yang kuat dan mampu menghadapi tantangan zaman,” pesannya.
Peluncuran Gerakan Tanam Cabai tersebut juga diikuti sekitar 24 sekolah secara daring melalui Zoom Meeting.
Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari gerakan bersama untuk menumbuhkan budaya menanam di satuan pendidikan, sekaligus memperkuat kepedulian peserta didik terhadap ketahanan pangan, lingkungan, dan kondisi perekonomian daerah.
Dengan gerakan tersebut, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk belajar membangun kemandirian pangan melalui langkah sederhana yang dilakukan secara berkelanjutan.

























