Menu

Mode Gelap

Opini · 25 Okt 2025 13:25 WITA ·

Mengharmonikan Iman, Ilmu, dan Alam: Refleksi Dies Natalies UIN Mataram Menuju Kampus Cinta Berperadaban Hijau


 Mengharmonikan Iman, Ilmu, dan Alam: Refleksi Dies Natalies UIN Mataram Menuju Kampus Cinta Berperadaban Hijau Perbesar

Oleh: Sam Sukur Rahman – Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Islam, UIN Mataram

 

ERANTB.COM-Opini- Mataram – Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram merayakan Dies Natalies tahun ini dengan tema penuh makna, “Dari Kampus Cinta Menuju Peradaban Hijau.” Acara puncak yang digelar di Aula Auditorium UIN Mataram dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, yang memberikan apresiasi tinggi terhadap visi kampus yang berkomitmen membangun harmoni antara iman, ilmu, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI menyampaikan bahwa UIN Mataram merupakan salah satu contoh nyata kampus Islam yang berorientasi pada pembangunan peradaban berkelanjutan.

Kampus ini tidak hanya menanamkan ilmu, tetapi juga menumbuhkan cinta dan tanggung jawab terhadap sesama serta terhadap bumi yang kita diami. Itulah esensi Islam rahmatan lil ‘alamin,” ujar Menag disambut tepuk tangan meriah.

Sementara itu, Rektor UIN Mataram menegaskan bahwa semangat Kampus Cinta adalah manifestasi nilai-nilai Islam yang menumbuhkan kasih terhadap seluruh ciptaan Allah SWT.

Cinta kepada Tuhan harus diwujudkan melalui kepedulian terhadap manusia dan alam. Dari sinilah lahir peradaban hijau yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Cinta dalam Aksi Nyata

Rangkaian Dies Natalies kali ini diisi dengan berbagai kegiatan bermakna, seperti Seminar Nasional Ekoteologi Islam dan Lingkungan Hidup, Gerakan Menanam Seribu Pohon, Kampanye Zero Waste Campus, serta dirangkaikan dengan Perayaan Hari Santri Nasional. Kehadiran Menteri Agama menambah semangat civitas akademika untuk memperkuat komitmen UIN Mataram sebagai kampus yang menebar nilai cinta dan keberlanjutan.

Dalam kunjungannya, Menag juga meninjau area Kampus Hijau UIN Mataram dan memberikan apresiasi terhadap berbagai inovasi ramah lingkungan yang telah berjalan.

Saya melihat semangat luar biasa dari mahasiswa UIN Mataram. Inisiatif seperti ini harus terus didukung agar menjadi bagian dari gerakan nasional menuju kampus hijau,” tutur Menag.

Makna Filosofis: Dari Cinta Menuju Peradaban Hijau

Tema “Dari Kampus Cinta Menuju Peradaban Hijau” mengandung makna mendalam: cinta adalah sumber segala kebaikan dan keseimbangan kehidupan. Dalam pandangan Islam, cinta kepada Allah SWT diwujudkan melalui kasih kepada sesama dan tanggung jawab terhadap alam.

Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-A’raf [7]: 56:

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya, dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.”

Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya aksi konkret dalam menjaga alam:

Jika kiamat akan terjadi sementara di tangan salah seorang dari kalian ada bibit tanaman, maka tanamlah ia.” (HR. Ahmad)

Ayat dan hadis ini menjadi dasar spiritual bagi UIN Mataram untuk mengintegrasikan nilai keimanan, keilmuan, dan kepedulian lingkungan dalam seluruh aktivitas pendidikan dan sosialnya.

Penutup: Menuju Kampus Rahmatan lil ‘Alamin

Momentum Dies Natalies ini menjadi tonggak penting bagi UIN Mataram untuk terus meneguhkan identitasnya sebagai Kampus Cinta tempat bersemainya ilmu pengetahuan, nilai spiritual, dan kesadaran ekologis. Kehadiran Menteri Agama RI menjadi bukti nyata dukungan pemerintah terhadap upaya UIN Mataram membangun peradaban hijau berbasis cinta dan nilai Islam.

Dari kampus yang berlandaskan cinta ini, diharapkan lahir generasi cendekia yang beriman, berilmu, dan berakhlak ekologis  generasi yang mampu menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

UIN Mataram tidak hanya mencetak sarjana, tetapi membentuk insan yang membawa cahaya bagi peradaban dan rahmat bagi seluruh alam.

Artikel ini telah dibaca 83 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

NTB di Ambang Krisis Ekologis, KAMMI NTB Mendorong Langkah Nyata Pemerintah

28 Juli 2026 - 18:28 WITA

Korupsi Berulang di Lombok Barat, Akademisi Soroti Rapuhnya Tata Kelola Pemerintahan

24 Juli 2026 - 13:39 WITA

Suara Nurani untuk Bahtera NU: Meneladani Langkah Senyap Gus Gudfan sebagai Poros Penyelamat Kemandirian Jam’iyah

15 Juli 2026 - 16:22 WITA

Membaca Postur APBD NTB 2027: Optimisme Fiskal di Tengah Tantangan Kemandirian Daerah

15 Juli 2026 - 11:39 WITA

Strategi NTB Membidik Masa Depan Pariwisata Lewat Wellness Tourism

13 Juli 2026 - 18:06 WITA

Refleksi 68 Tahun Lombok Barat: Antara Pembangunan Fisik dan Jalan Sunyi Menuju Sejahtera dari Desa

19 April 2026 - 16:36 WITA

Trending di Opini