Menu

Mode Gelap

News · 2 Apr 2026 13:11 WITA ·

Pria Asal Lombok Timur Tewas Diduga Dikeroyok di Homestay Suranadi, 9 Orang Diamankan Polisi


 Pria Asal Lombok Timur Tewas Diduga Dikeroyok di Homestay Suranadi, 9 Orang Diamankan Polisi Perbesar

 

Mataram, ERANTB.COM – Kasus dugaan penganiayaan berat yang berujung maut terjadi di kawasan Suranadi, Kecamatan Narmada, Lombok Barat. Seorang pria berusia 51 tahun asal Lombok Timur dilaporkan meninggal dunia usai diduga menjadi korban pengeroyokan di sebuah homestay, Senin (30/03/2026).
Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap setelah pihak Puskesmas Kopang melaporkan adanya seorang pria meninggal dunia dalam kondisi mencurigakan kepada kepolisian. Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui koordinasi antara Polsek Kopang dan Polsek Narmada, yang mengarah pada lokasi kejadian di wilayah Suranadi.
Kasat Reskrim Polresta Mataram, AKP I Made Dharma YP., S.T.K., S.I.K., M.Si., membenarkan bahwa kasus tersebut kini tengah ditangani intensif oleh jajarannya.
“Sejauh ini, kami telah mengamankan sembilan orang, baik yang diduga terlibat maupun sebagai saksi, untuk dimintai keterangan lebih lanjut,” ujarnya, Selasa (31/03/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban diketahui sebelumnya membuat janji bertemu dengan seorang perempuan berusia 17 tahun asal Kecamatan Kopang, Lombok Tengah. Keduanya kemudian masuk ke salah satu kamar homestay di kawasan Suranadi.
Namun, sekitar lima menit kemudian, sekelompok orang yang terdiri dari laki-laki dan beberapa perempuan tiba-tiba datang dan mendobrak pintu kamar.
“Setelah pintu didobrak, diduga terjadi aksi pengeroyokan terhadap korban di dalam kamar,” jelasnya.
Tidak hanya itu, korban yang sudah dalam kondisi tidak berdaya kemudian dibawa oleh kelompok tersebut menggunakan mobil menuju arah Lombok Timur. Dalam perjalanan, korban yang sempat meronta meski dalam keadaan terikat, akhirnya ditutup menggunakan terpal oleh para pelaku.
Setibanya di Puskesmas Kopang, korban diturunkan dengan maksud untuk mendapatkan penanganan medis. Namun nahas, setelah ikatan dilepas, korban diketahui telah meninggal dunia.
“Di Puskesmas itulah dipastikan korban sudah tidak bernyawa, dan pihak medis langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Kopang,” terang AKP I Made Dharma.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman untuk mengungkap motif di balik peristiwa tersebut, termasuk peran masing-masing pihak yang telah diamankan. Sementara itu, jenazah korban telah menjalani autopsi di RS Bhayangkara guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Polisi memastikan proses hukum akan dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Artikel ini telah dibaca 9 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Pemprov NTB Terapkan WFH, Fokus Efisiensi dan Kinerja ASN

2 April 2026 - 12:46 WITA

Truk Fuso Angkut Sapi Terguling di Manggelewa, Dua Orang Tewas

1 April 2026 - 10:46 WITA

Abubakar: Sekda Harus Mampu Terjemahkan Visi Bupati

1 April 2026 - 09:14 WITA

Pemerintah Tegaskan BBM Tidak Naik per 1 April 2026, Masyarakat Diminta Tetap Tenang

31 Maret 2026 - 21:54 WITA

Touring Wisata Jadi Sorotan Hari Jadi Dompu ke-211, Pemda Siapkan Konsep Berbasis Budaya

31 Maret 2026 - 21:15 WITA

Gekrafs NTB Gandeng PT Prima Nala Solusi, Percepat Digitalisasi Pariwisata Berbasis Broadband

31 Maret 2026 - 16:59 WITA

Trending di News