Menu

Mode Gelap

News · 6 Apr 2026 08:29 WITA ·

Politisi Muda NTB Ingatkan Bahaya Narasi Makar, Ajak Generasi Muda Jaga Stabilitas Negara


 Politisi Muda NTB Ingatkan Bahaya Narasi Makar, Ajak Generasi Muda Jaga Stabilitas Negara Perbesar

Mataram, ERANTB.COM– Dinamika politik nasional yang kian memanas belakangan ini mendapat sorotan dari kalangan muda. Ketua AMPG NTB, Herianto, menegaskan pentingnya menjaga stabilitas negara di tengah menguatnya perbedaan pandangan politik di ruang publik.

Dalam wawancara pada Sabtu (4/4), Herianto menyampaikan bahwa demokrasi Indonesia saat ini berada pada fase yang menuntut kedewasaan seluruh elemen bangsa, terutama generasi muda.

“Demokrasi itu membuka ruang perbedaan. Kritik itu penting, tapi kita harus bisa membedakan antara kritik yang membangun dengan narasi yang berpotensi mendorong delegitimasi negara,” ujarnya.

Menurutnya, perbedaan sikap politik adalah hal yang wajar, namun akan menjadi berbahaya jika mengarah pada upaya-upaya inkonstitusional yang berpotensi mengganggu stabilitas nasional.

Ia mengingatkan bahwa sejarah Indonesia mencatat berbagai gejolak politik yang meninggalkan dampak panjang bagi masyarakat. Salah satu yang disinggung adalah peristiwa Gerakan 30 September (G30S), yang menjadi refleksi penting tentang bahaya instabilitas politik.

“Sejarah mengajarkan, setiap upaya perebutan kekuasaan di luar konstitusi selalu berujung pada penderitaan rakyat. Ini tidak boleh terulang,” tegasnya.

Lebih jauh, Herianto menilai bahwa tantangan saat ini tidak hanya datang dari tindakan nyata, tetapi juga dari perang narasi di ruang digital. Informasi yang tidak utuh atau provokatif, menurutnya, dapat membentuk opini publik yang keliru.

“Hari ini ancaman bisa hadir dalam bentuk narasi. Opini yang dibangun secara sistematis bisa mempengaruhi cara berpikir masyarakat. Kalau tidak disaring, ini bisa menjadi pintu masuk instabilitas,” jelasnya.

Sebagai kader muda Partai Golkar, ia menekankan bahwa menjaga negara bukan berarti membela kekuasaan secara membabi buta, melainkan memastikan sistem tetap berjalan sesuai konstitusi.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam sistem demokrasi Indonesia, mekanisme pergantian kepemimpinan telah diatur secara jelas melalui pemilu dan hukum yang berlaku.
“Kalau ada ketidakpuasan, salurkan lewat jalur yang benar. Demonstrasi boleh, kritik boleh, tapi jangan sampai merusak tatanan negara,” katanya.

Herianto turut mengajak generasi muda agar tidak sekadar menjadi penonton dalam dinamika politik, tetapi berperan aktif sebagai penjaga keseimbangan demokrasi.
“Generasi muda harus jadi penyeimbang. Jangan mudah terprovokasi, jangan ikut arus tanpa memahami substansi. Kita harus jadi penjaga akal sehat publik,” ungkapnya.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan bahwa persatuan adalah fondasi utama keberlangsungan bangsa.

“Indonesia besar karena persatuannya. Tugas kita bukan memperbesar perbedaan, tapi memperkuat titik temu,” tutupnya.

Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ditintelkam Polda NTB dan Aliansi PPS Sumbawa Sepakat Jaga Kondusivitas Jelang Aksi 2 Juni

30 Mei 2026 - 22:44 WITA

Aliansi PPS Kab. Bima Kepung Jalur Bandara, Ketua Jamin Aksi Tetap Kondusif

30 Mei 2026 - 01:48 WITA

Perkuat Hubungan Sosial, STM Distribusikan 11 Ekor Sapi untuk Masyarakat Dompu

27 Mei 2026 - 20:48 WITA

Kordinator SPPG Regional NTB, Korwil dan Korcam Gelar Rakor, Perkuat Sinkronisasi Data Demi Program Tepat Sasaran

23 Mei 2026 - 05:40 WITA

Mahasiswi Asal KSB Ditemukan Meninggal di Kamar Kos Gomong, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

18 Mei 2026 - 20:46 WITA

Pemkab Sumbawa Dorong OPD Aktif Perbarui Website dan Media Sosial

18 Mei 2026 - 16:50 WITA

Trending di News