Menu

Mode Gelap

Kota Mataram · 16 Agu 2026 11:39 WITA ·

Herbologis Cafe Mataram Hadir Jadi Ruang Kreatif Anak Muda, dari Ngopi hingga Bangun Relasi


 Herbologis Cafe Mataram Hadir Jadi Ruang Kreatif Anak Muda, dari Ngopi hingga Bangun Relasi Perbesar

Owner Herbologis Cafe Tamam memperkenalkan konsep kafenya sebagai ruang kreatif anak muda untuk ngopi, berdiskusi, dan membangun jejaring.


MATARAM, ERANTB.COM – Di tengah menjamurnya bisnis kafe di Kota Mataram, Herbologis Cafe mencoba menawarkan konsep yang lebih dari sekadar tempat menikmati kopi. Berada di kawasan Jalan Pemuda, Mataram, kafe ini diarahkan menjadi ruang bagi anak muda untuk berkumpul, berdiskusi, bertukar gagasan, hingga memperluas jejaring.

Lokasinya yang berada di kawasan pendidikan menjadi salah satu alasan Herbologis Cafe menyasar mahasiswa dan komunitas anak muda. Ruang yang tersedia diharapkan dapat menjadi tempat bertemunya berbagai ide dan latar belakang.

Owner Herbologis Cafe, Tamam, mengatakan usaha tersebut dibangun dari keinginan untuk menghadirkan ruang yang mampu mendorong anak muda lebih kreatif dan inovatif.

“Tempat ini kami jadikan sebagai pusat inspirasi dan kreasi untuk anak-anak muda. Tempat berkumpul, menjalin silaturahmi dan persaudaraan,” kata Tamam.

Menurutnya, keberadaan kafe di kawasan pendidikan memberikan peluang untuk membangun interaksi yang lebih luas. Mahasiswa dapat bertemu dengan sesama mahasiswa, komunitas, maupun orang-orang yang telah lebih dulu berkecimpung di dunia usaha.

Bagi Tamam, aktivitas sederhana seperti menikmati secangkir kopi juga dapat menjadi awal munculnya gagasan baru.

“Kami ingin tempat ini menjadi pusat diskusi, tempat bertukar pikiran dan berkreasi. Dengan kopi, kita bisa menciptakan hal-hal baru dan mendapatkan inspirasi,” ujarnya.

 

Kopi Sapit Jadi Identitas

Kopi menjadi salah satu bagian utama dari konsep yang dibangun Herbologis Cafe. Namun, Tamam tidak ingin kopi hanya diposisikan sebagai menu untuk menemani aktivitas nongkrong.

Ia juga ingin memperkenalkan lebih jauh potensi kopi lokal NTB kepada pengunjung. Salah satunya melalui penggunaan kopi yang berasal dari wilayah Sapit, Lombok Timur.

Kopi tersebut diperoleh dari petani binaan yang berada di kawasan tersebut dan menjadi salah satu bahan baku yang diprioritaskan di Herbologis Cafe.

“Petani binaan kami ada di Sapit. Hasil kopi dari perkebunan di sana kami prioritaskan untuk digunakan,” katanya.

Selain menawarkan kopi lokal, Herbologis Cafe dilengkapi fasilitas Wi-Fi dan internet yang dapat digunakan pengunjung untuk berbagai aktivitas. Mulai dari bekerja, belajar, mengerjakan tugas, hingga melakukan diskusi.

Fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Herbologis Cafe menciptakan suasana yang mendukung aktivitas produktif bagi pengunjung.

 

Mahasiswa Jadi Salah Satu Sasaran

Berada tidak jauh dari lingkungan kampus membuat mahasiswa menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian khusus dari Herbologis Cafe.

Selain ruang untuk belajar dan berdiskusi, mahasiswa juga mendapatkan program diskon khusus.

Tamam menilai mahasiswa memiliki potensi besar dalam melahirkan gagasan serta membangun berbagai inisiatif baru. Karena itu, mereka perlu mendapatkan ruang yang memungkinkan terjadinya interaksi dan pertukaran pengalaman.

Meski demikian, Herbologis Cafe tidak membatasi pengunjung hanya dari kalangan mahasiswa.

Masyarakat umum, komunitas, pelaku usaha, maupun kelompok lainnya juga dapat memanfaatkan tempat tersebut untuk bertemu dan membangun koneksi.

“Mahasiswa bisa mendapatkan informasi dari senior-seniornya yang sudah merintis perusahaan atau memiliki koneksi lain. Jadi kami ingin mempertemukan berbagai latar belakang di sini,” jelasnya.

Konsep tersebut membuat Herbologis Cafe diarahkan bukan hanya sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai ruang yang mempertemukan mahasiswa, komunitas, dan pelaku usaha.

 

Membuka Jalan ke Pasar Internasional

Tamam memiliki target yang lebih luas untuk mengembangkan Herbologis Cafe. Dengan dukungan keluarga dan sejumlah relasi di Malaysia, ia berharap usaha tersebut nantinya dapat menjadi salah satu pintu untuk memperkenalkan Lombok kepada wisatawan mancanegara.

Sejumlah relasi di Malaysia disebut telah memberikan dukungan sejak proses awal pengembangan usaha. Mereka bahkan memiliki rencana untuk membawa jaringan dan relasinya berkunjung ke Lombok.

“Kami ingin Herbologis Cafe menjadi satu brand tempat yang bisa menarik wisatawan asing. Datang ke Lombok, nikmati alamnya, dan jangan lupa ngopi di Herbologis Cafe,” tuturnya.

Kerja sama dengan jaringan dari Malaysia tersebut menjadi salah satu langkah Herbologis Cafe untuk memperluas jejaring bisnis sekaligus memperkenalkan brand ke pasar yang lebih luas.

“Tim kami ada yang dari Malaysia dan ada yang di Lombok. Kami bekerja sama supaya tempat ini bisa go internasional walaupun skalanya masih kecil,” katanya.

 

Investasi Rp350 Juta dan Berdayakan Anak Muda

Dalam membangun Herbologis Cafe, Tamam menyebut telah menyiapkan investasi sekitar Rp350 juta. Saat ini, operasional kafe tersebut didukung oleh lima orang karyawan.

Jika bisnis terus berkembang, ia membuka peluang untuk menambah tenaga kerja, khususnya bagi anak muda yang memiliki potensi dan kemauan untuk berkembang.

Bagi Tamam, Herbologis Cafe tidak berhenti pada aktivitas bisnis kopi. Ada misi yang lebih luas untuk menciptakan ruang bagi kreativitas, memperluas jaringan, sekaligus mengenalkan potensi Lombok kepada lebih banyak orang.

“Jangan takut untuk memulai sesuatu yang baru,” pesannya.

Dengan mengandalkan kopi lokal Sapit, ruang yang mendukung aktivitas kreatif, komunitas anak muda, serta jaringan hingga Malaysia, Herbologis Cafe mencoba membangun identitas yang berbeda di tengah pertumbuhan bisnis kafe di Mataram.

Ngopi tidak hanya menjadi aktivitas menikmati kopi, tetapi juga menjadi ruang untuk bertukar gagasan, membangun koneksi, membuka peluang, dan membawa nama Lombok menjangkau lebih luas.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

KAMMI NTB : Pencalonan Miq Iqbal di KONI Jadi Momentum Konsolidasi Olahraga NTB Menuju PON 2028

16 Agustus 2026 - 12:06 WITA

Jelang Hut RI, Pemkot Mataram Larang Gerak Jalan Banci hingga Main Bola Pakai Daster

15 Agustus 2026 - 16:45 WITA

Viral di Sosmed! Wisatawan Lokal Bongkar Kejanggalan Retribusi hingga Karcis Masuk Wisata Bukit Lombok Tengah

15 Agustus 2026 - 16:21 WITA

Tanam 500 Pohon, Wabup Bima Ajak Masyarakat Jaga Alam Bersama

14 Agustus 2026 - 23:40 WITA

KAMMI Lobar Apresiasi Keterbukaan Wabup Una, Dorong Kolaborasi Pemuda dalam Pembangunan

13 Agustus 2026 - 22:06 WITA

Soroti Anggaran Gelondongan Rp163 Miliar, FPT Laporkan Pengadaan Tanah APBD-P KSB ke Polisi

13 Agustus 2026 - 19:11 WITA

Trending di Hukum & Kriminal