Menu ✖

Mode Gelap

News · 13 Okt 2026 11:22 WITA ·

MotoGP Mandalika 2026 Dongkrak Omzet UMKM NTB, Tenun dan Kuliner Raup Jutaan Rupiah


 MotoGP Mandalika 2026 Dongkrak Omzet UMKM NTB, Tenun dan Kuliner Raup Jutaan Rupiah Perbesar

LOMBOK TENGAH, ERANTB.COM – Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026 membawa dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Nusa Tenggara Barat (NTB). Melalui Bazar UMKM Mandalika–Festival Musik, pelaku usaha lokal mencatat peningkatan penjualan selama tiga hari penyelenggaraan ajang balap motor internasional tersebut.

Beragam produk unggulan NTB, mulai dari kain tenun, kerajinan khas daerah, hingga makanan dan minuman, mendapat sambutan positif dari pengunjung domestik maupun mancanegara.

Sri Lestari, pemilik usaha Riles Lestari Tenun, mengaku merasakan peningkatan pendapatan selama MotoGP Mandalika berlangsung.

“Alhamdulillah, tahun ini sangat meriah. Selama tiga hari penyelenggaraan MotoGP Mandalika, pendapatan kami meningkat,” ujar Sri Lestari, Minggu (11/10/2026).

Menurutnya, kain tenun khas NTB tidak hanya diminati pembeli dari dalam negeri, tetapi juga wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kawasan Mandalika.

“Banyak pembeli dari luar daerah. Selain masyarakat Indonesia, kain tenun kami juga banyak diminati oleh para turis,” ungkapnya.

Hal serupa disampaikan Yuli, pelaku UMKM Darma Setia yang menjual produk tenun dan kerajinan khas NTB. Ia menyebutkan, omzet usahanya selama tiga hari penyelenggaraan MotoGP tahun ini mencapai sekitar Rp9 juta.

“Pendapatan selama tiga hari ini sekitar Rp9 juta. Produk tenun dan berbagai kerajinan khas NTB sangat laku, terutama pada hari kedua dan ketiga penyelenggaraan GP ini,” jelas Yuli.

Peningkatan penjualan juga dirasakan pelaku usaha di sektor kuliner. Salsa, pemilik usaha minuman Cendol 18, mengatakan omzet penjualannya pada Sabtu dan Minggu mencapai kisaran Rp8 juta hingga Rp11 juta.

“Alhamdulillah, berbagai makanan dan minuman yang dijual di bazar ini laku. Untuk Cendol 18, omzet penjualan pada hari Sabtu dan Minggu mencapai sekitar Rp11 juta,” ujarnya.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa perputaran ekonomi selama MotoGP Mandalika tidak hanya menguntungkan penjual suvenir dan kerajinan, tetapi juga pelaku usaha makanan dan minuman yang melayani kebutuhan pengunjung.

Bazar UMKM menjadi salah satu ruang pemasaran bagi produk lokal untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Selain mendorong transaksi selama acara, kegiatan ini membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan NTB kepada wisatawan dari berbagai daerah dan negara.

Ke depan, momentum MotoGP Mandalika dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pemasaran produk lokal melalui promosi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas produk dan kemasan, serta perluasan akses pasar.

Dengan demikian, manfaat penyelenggaraan ajang internasional ini diharapkan tidak hanya dirasakan selama acara berlangsung, tetapi juga mampu mendukung pertumbuhan dan keberlanjutan UMKM lokal di NTB.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Cegah Warga Terlewat dari Bansos, Pemkab Lobar Verifikasi 18 Ribu KK

12 Oktober 2026 - 19:06 WITA

37 Peserta Ikuti Seleksi LASQI Lombok Barat, Siap Bersaing hingga Tingkat Nasional

11 Oktober 2026 - 19:10 WITA

Pecahkan Rekor, MotoGP Mandalika 2026 Tembus 157.875 Penonton

11 Oktober 2026 - 09:20 WITA

Polres Dompu Limpahkan Tersangka Dugaan Penipuan ke Kejari, Masuk Tahap Penuntutan

10 Oktober 2026 - 19:13 WITA

Pengeroyokan di SPBU Kebayan, 7 Pemuda Diamankan Polisi

8 Oktober 2026 - 19:53 WITA

MotoGP Mulai Berdatangan ke Lombok, Mandalika Bersiap Sambut Balapan Dunia

6 Oktober 2026 - 15:52 WITA

Trending di News